Khutbah Shalat Jum'at

Khutbah Jumat itu memang memerlukan rukun yang harus terpenuhi, agar bisa sah secara aturan. Bilamana salah satu rukun itu tidak terpenuhi, memang akan membuat khtbah itu rusak, alias tidak sah.

Yang paling pokok untuk diketahui bahwa khutbah Jumat itu terdiri dari dua bagian. Yaitu khutbah pertama dan khutbah kedua, di mana keduanya dipisahkan dengan duduk di antara dua khurbah.

Selain itu yang juga perlu diperhatikan adalah bahwa khutbah Jumat itu dilakukan sebelum shalat Jumat. Berbeda dengan khurtbah Idul fitri atau Idul Adha yang justru dilantunkan setelah selesai shalat Id.

Adapun rukun khutbah Jumat, para ulama mencoba mengumpulkannya dari berbagai dalil, lalu didapat paling tidak ada lima perkara.

  • Syarat Khutbah :
       1. Khutbah dilakukan sebelum salat Jum'at
       2. Niat
       3. Disampaikan dengan bahasa yang bisa dipaham oleh Jamaah.
       4. Antara khutbah satu dan khutbah dua dilakukan dalam satu waktu.
         (antara keduanya tidak boleh dipisahkan dengan salat Jum'at ).
      5. Disampaikan dengan suara yang bisa didengar oleh jamaah, minimal sejumlah
         orang yang wajib dipenuhi sebagai syarat sahnya salat Jum'at, 40 orang.
      6. Salat Jum'at segera dilakukan begitu khutbah usai, tidak boleh diselingi
         dengan hal-hal yang tidak ada sangkut pautnya dengan pelaksanaan salat
         Jum'at.

  • Rukun Khutbah : 1. Rukun Pertama: Hamdalah

    Khutbah jumat itu wajib dimulai dengan hamdalah. Yaitu lafaz yang memuji Allah SWT. Misalnya lafaz alhamdulillah, atau innalhamda lillah, atau ahmadullah. Pendeknya, minimal ada kata alhamd dan lafaz Allah, baik di khutbah pertama atau khutbah kedua.

    2. Rukun Kedua: Shalawat kepada Nabi SAW

    Shalawat kepada nabi Muhammad SAW harus dilafadzkan dengan jelas, paling tidak ada kata shalawat. Misalnya ushalli ‘ala Muhammad, atau as-shalatu ‘ala Muhammad, atau ana mushallai ala Muhammad.

    Namun nama Muhammad SAW boleh saja diucapkan dengan lafadz Ahmad, karena Ahmad adalah nama beliau juga sebagaimana tertera dalam Al-Quran.

    3. Rukun Ketiga: Washiyat untuk Taqwa

    Yang dimaksud dengan washiyat ini adalah perintah atau ajakan atau anjuran untuk bertakwa atau takut kepada Allah SWT. Dan menurut Az-Zayadi, washiyat ini adalah perintah untuk mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Sedangkan menurut Ibnu Hajar, cuukup dengan ajakan untuk mengerjakan perintah Allah. Sedangkan menurut Ar-Ramli, washiyat itu harus berbentuk seruan kepada ketaatan kepada Allah.

    Lafadznya sendiri bisa lebih bebas. Misalnya dalam bentuk kalimat: takutlah kalian kepada Allah. Atau kalimat: marilah kita bertaqwa dan menjadi hamba yang taat.

    Ketiga rukun di atas harus terdapat dalam kedua khutbah Jumat itu.

    4. Rukun Keempat: Membaca ayat Al-Quran pada salah satunya

    Minimal satu kalimat dari ayat Al-Quran yang mengandung makna lengkap. Bukan sekedar potongan yang belum lengkap pengertiannya. Maka tidak dikatakan sebagai pembacaan Al-Quran bila sekedar mengucapkan lafadz:
    tsumma nazhar.

    Tentang tema ayatnya bebas saja, tidak ada ketentuan harus ayat tentang perintah atau larangan atau hukum. Boleh juga ayat Quran tentang kisah umat terdahulu dan lainnya.

    5. Rukun Kelima: Doa untuk umat Islam di khutbah kedua

    Pada bagian akhir, khatib harus mengucapkan lafaz yang doa yang intinya meminta kepada Allah kebaikan untuk umat Islam. Misalnya kalimat: Allahummaghfir lil muslimin wal muslimat . Atau kalimat Allahumma ajirna minannar .
  • Tata Cara Khutbah

       1. Membaca basmalah : bismillaahir rahmaanir rahiimi
       2. Mengucapkan salam : assalaamu 'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu
       3. Adzan
       4. Membaca hamdalah :
          innalhamdulillaah, nahmaduhuu
          wa nasta'iinuhuu wa nastaghfiruhu
          wa na'uudzubillaahi min syuruuri 'anfusinaa
          wa min syayyi-aati a'maalinaa
          man yahdillaahu falaa mudhillalahu
          wa man yudhlilhu falaa haadiyalahu
       5. Membaca syahadat :
          asyhadu anlaa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalaahu
          wa asyhadu annaa muhammadan 'abduhuu wa rasuuluhuu
          laa nabiyya ba'dahu
       6. Membaca shalawat :
          allaahumma shalli 'alaa syayyidinaa muhammadin
          wa 'alaa aalihii wa shahbihii 'ajma'iin
       7. Membaca ayat alqur'an yang mengajak bertaqwa kepada allah (biasanya khatib membaca ali imran ayat 102)
          fa-uushiikum wa nafsii bit taquullaah
          qaalallaahu ta'aala fiil qur'aanil kariim
          a'uudzubillaahi minasy syaithoonir rajiim
          yaa ayyuhal ladziina 'aamanuu
          ittaquullaaha haqqaa tuqaatihi
          wa laa tamuutunnaa illaa wa antum muslimuun
          wa qaalallahu ta'aalaa fil qur'aanil karim
          audzubillaahimina sy syaitoon nirrojiim ...
          Membaca ayat alqur'an yang lain sesuai dengan topik khutbah
          amma ba'du
       8. Berwasiat untuk diri sendiri dan jamaah agar selalu dan meningkatkan taqwa kepada Allah SWT
       9. Mulai berkhutbah sesuai topiknya memanggil jamaah bisa dengan panggilan ayyuhal muslimun atau ma'asyiral muslimin rahimakumullah, atau sidang jum'at yang dirahmati allah.
      10. Menutup khutbah pertama dengan do'a untuk seluruh kaum muslimin dan muslimat
          barakallahu lii wa lakum fill qur'aanil azhiim
          wa nafa'nii wa iyyakum bima fiihimaa minal aayaati wa dzikril hakiim
          wa nafa'anaa bi hadii sayyidal mursaliin
          wa biqawlihiil qawiim aquulu qawli haadza
          wa astaghfirullaahal 'azhiim lii wa lakum
          wa lii syaa-iril mu'miniina wal mu'minaat
          wal muslimiina wal muslimaat min kulli dzanbii
          fastaghfiruuhuu innahuu huwas samii'ul 'aliim
          wa innahuu huwal ghafuurur rahiim
      11. Duduk sebentar (tuma'ninah) untuk memberi kesempatan jamaah jum'at untuk beristighfar dan membaca shalawat pelan-pelan
      12. Khutbah kedua aturannya persis sama dengan khutbah pertama semua urutan dari hamdalah, syahadat, shalawat, wasiat taqwa, ayat qur'an, dan do'a untuk seluruh orang muslim/muslimat dan mu'minin/mu'minat harus dipenuhi. Contoh bacaan yang berbeda pada khutbah kedua :
          alhamdulillah,
          alhamdulillaahi hamdan katsiiraan thayyiban mubaarakan fiihi
          kamaa yuhibbu rabbunaa wa yuriidhuu
          wa asyhadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalahu
          wa asyhadu annaa muhammadan 'abduhuu wa rasuuluhu
          shallallaahu 'alaihi wa 'alaa aalihii wa shahbihi wa sallam
          tasliiman katsiiran ilaa yaumid diin
          amma ba'du
          fattaquullaahu haqqut taqwaa kamaa amar
      13. Bacaan penutup wasiat khutbah kedua dan membaca ayat al qur'an yang menyuruh bershalawat (al ahzab 56)
          'ibaadallaah innallaaha amarakum bi amri bi da-aafiati binafsihi
          wa tsanii bimalaaikatihil musabbihati biqudsihi
          wa tsullatsaa bikum ayyuhal mu-minuuna min jannati wa insihi
          fa qaalallaahu qawlan kariiman
          innallaaha wa malaaikatahuu yushalluuuna 'alan nabii
          yaa ayyuhal ladziina 'aamanuu shalluu 'alaihi wa salliimu tasliimaa
          allaahumma shalli wa sallim wa baarik 'alaa 'abdukaa wa rusuulikaa muhammad
          wa aridhallaahumma 'an khulafaa-ur raasyidiin
          abi bakri wa 'umaara wa 'utsmaana wa 'alii
          wa 'an syaa-iril aali wash shahaabati ajma'iin
          wat taabi'iina wat taabi'it taabi'iina
          wa man tabi'ahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin
          wa 'alaina ma'ahum birahmatika yaa arhamar raahimiin
      14. Membaca do'a
          allahummagh fir lil mu'miniina wal mu'minaat wal muslimiina wal muslimaat
          al-ahyaa-i minhum wal amwaat innakas samii'un qariibun mujiibud da'wat
          wa yaa qaadhiyal haajaat
          allahumma inna....
          baca do'a yang lain dan ditutup do'a
          rabbanaa aatinaa fid dun-yaa hasanah wa fill aakhiraati hasanah wa qinaa 'adzaaban naar
      15. Penutup khutbah kedua (bacaan ini didekritkan oleh khalifah umar bin abdul aziz harus dibaca karena pada masa itu khutbah jum'at sering digunakan untuk menyerang lawan politik oleh para khatib, diambil dari surat an nahl 90)
          'ibaadallah
          innallaaha ya-muruu bil 'adli wal ihsaan
          wa iitaa-i dzil qurbaa
          wa yanhaa 'anil fahsyaa-i wal munkari wal baghyi
          yaizhzhukum la'allakum tadzakkaruun
          fadzkurullaaha 'azhiimi wa yadzkurkum
          fastaghfirullaaha yastajib lakum
          wasykuruuhu 'alaa ni'matil latii
          wa ladzikrullaahu akbaru
          wa aqiimish shalah
      16. Iqamat untuk shalat jum'at
Sumber :
http://tatacarakhutbahjumat.blogspot.com
http://assunnah.or.id

posted under |

0 komentar:

Poskan Komentar

Posting Lebih Baru Beranda

Followers


Recent Comments